Assalammualaikum Insan Islam, kembali lagi dengan diskusi kajian yang akan memberikan wawasan atau pemahaman kita mengenai ilmu yang terkandung dalam Agama Islam. Kami selalu senantiasa memberikan informasi bermanfaat untuk Insan Islam yang ada di Indonesia dan juga Mancanegara. Pada kali ini Kami ingin sekali membuka diskusi mengenai Asas-Asas Transaksi Ekonomi Dalam Islam.

Semua yang ada didunia ini tentunya tidak lepas dari kehendak Allah SWT. Hal tersebut tentunya sudah di ajarkan melalui kitab suci Agama Islam yakni Al-Qur’an. Ya tidak terkecuali dalam transaksi ekonomi yang sehari-hari dilakukan oleh Insan Islam.

Dalam melakukan transaksi ekonomi, tentunya kita tidak boleh melakukan transaksi secara sembarangan atau tidak sesuai dengan asan transaksi ekonomi dalam Islam.

Baca jugaDoa Memohon Kesembuhan dari Berbagai Macam Penyakit

Yang Kami ketahui setidaknya terdapat Enam Asas-Asas Transaksi Ekonomi Dalam Islam yang perlu kita perhatikan supaya kita terhindar dari dosa dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Jika kita di dalam jalan yang benar tidak melancang dengan apa yang tentukan maka Allah pun akan meridhoi kita.

Asas Asas Transaksi Ekonomi dalam Islam

Asas-Asas Transaksi Ekonomi Dalam Islam
Asas-Asas Transaksi Ekonomi Dalam Islam

Informasi singkat, Asas merupakan dasar, ya dasar atau patokan dalam memulai atau ingin melakukan suatu kegiatan. Sedangkan Ekonomi merupakan sesuatu yang berkaitan dengan cita-cita dan usaha ummat manusia untuk meraih kemakmuran. Atau mendapatkan kepuasan mereka dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Transaksi ekonomi artinya perjanjian atau akad dalam bidang ekonomi seperti jual beli contohnya.

Sistem ekonomi islam sangat berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis yang beranggapan semuanya harus menguntungkan. Namun didalam islam tidak begitu, islam memandang siapapun itu baik orang kaya maupun tidak mampu merupakan manusia yang harus berdaya, bukan hanya dijadikan sebagai aset bagi orang kaya yang memiliki modal sehingga seolah mereka tidak memiliki daya upaya dalam dunia perekenomian.

Apakah Penting Asas Transaksi Ekonomi Dalam Islam?

Sangat penting karena keseimbangan ekonomi dapat terjamin jika menerapkan ke enam asas transaksi ekonomi dalam Islam ini. Mengakui dan menghargai hak-hak orang serta menjunjung kepedulian sosial adalah suatu hal yang harus kita lakukan sebagai umat islam. Hal tersebut bisa kita lakukan dengan cara infaq, shodaqoh dan zakat.

Dalam setiap transaksi ekonomi yang kita lakukan, didalam Islam terdapat enam prinsip dasar atau asas transaksi ekonomi dalam Islam yang telah ditetapkan, yaitu sebagai berikut.

1. Memenuhi Kewajiban Yang Telah Disepakati Bersama

Asas Transaksi EKonomi Dalam Islam yang pertama adalah saling menghargai melalui memenuhi kewajibannya. Setiap transaksi pada dasarnya mengikat pihak-pihak yang melakukan transaksi, kecuali apabila transaksi itu menyimpang dari hukum syarak, contohnya transaksi jual beli minuman keras. Pihak-pihak yang bertransaksi harus memenuhi kewajiban yang telah disepakati dan tidak boleh saling mengkhianati.

2. Transaksi Dilakukan Sesuai Hukum Syarak dan Adab Sopan Santun

Asas transaksi ekonomi dalam Islam yang berikutnya adalah dilakukan sesuai dengan hukum syarak dan sopan santun. Dilakukan secara bebas namun harus memiliki pertanggung jawaban, tidak menyimpang dari hukum syarak dan adab sopan santun.

Baca jugaBagaimana Hukum Pacaran dalam Islam dan Dalilnya

3. Transaksi dilakukan secara sukarela antara kedua belah pihak, tanpa ada paksaan dari pihak manapun

Transaksi ekonomi tentunya ada banyak jenis, nah dalam ajaran Agama Islam mengajarkan bila setiap transaksi yang dilakukan tidak boleh ada tekanan maupun paksaan. Misalkan, transaksi jual beli tanah pemilik tanah menginginkan tanahnya akan dijual bila dihargai Rp 10.000.000.

Namun dari pihak pembeli ingin membelinya Rp 9.000.000, dari situ pemilik tanah saat itu tidak mau melepaskannya dengan harga dikisaran tawaran pembeli. Namun pembeli tetap memaksa untuk pemilik tanah agar menjual tanahnya, dengan dalih tanah tersebut akan digunakan untuk tol.

Nah tentu kasus tersebut sudah terjadi di Indonesia, meskipun begitu pihak pemilik tanah juga tidak diperbolehkan untuk mematok harga tinggi yang berbeda dengan harga pasaran.

Untuk itulah dijelaskan pada Asas Transaksi Ekonomi Dalam Islam pada poin kedua sebelumnya. Bila setiap transaksi harus dilandasi dengan hukum dan adab sopan santun, tidak boleh seenaknya sendiri.

4. Transaksi Harus Dilandasi Dengan Niat Baik

Transaksi harus dilandasi dengan niat yang baik dan ikhlas karena Allah SWT sehingga terhindar dari segala bentuk penipuan, kecurangan dan penyelewengan. Bagi orang yang merasa telah dicurangi, tenang saja karena Islam memberikan hak khiyar, yaitu kebebasan memilih untuk melangsungkan atau membatalkan transaksi yang sedang dilakukan.

5. Tidak Menyimpang Dari Syara

Adat kebiasaan yang tidak menyimpang dari Syara bisa saja diperlukan untuk memastikan batasan atau kriteria-kriteria dalam transaksi. Contohnya, dalam akad sewa-menyewa motor. Menurut kebiasaan kerusakan motor yang terjadi pada saat motor itu dipakai penyewa merupakan tanggung jawab penyewa.

Maka pihak yang menyewa boleh menuntut penyewa untuk memperbaiki motornya itu. Namun pada saat terjadinya akad, kedua belah pihak telah sama-sama mengetahui kebiasaan tersebut dan menyepakatinya.

6. Jangan Menzalimi dan Jangan Dizalimi

Asas Transaksi Ekonomi dalam Islam harus berprinsip “Jangan menzalimi dan jangan dizalimi“. Praktik yang melanggar prinsip ini contohnya penjual masker mengambil keuntungan diatas keuntungan normal dengan cara menimbun masker agar barang menjadi langka sehingga produk yang dijualnya mengalami kenaikan harga.

Syarat-Syarat Transaksi Ekonomi Dalam Islam

Pernyataan diatas dalam istilah fikih disebut ikhtikar yaitu rekayasa pasar dalam supply. Ikhtikar terjadi jika terpenuhi syarat-syarat sebagai beriku.

  • Mengupayakan adanya kelangkaan barang baik denga cara apapun
  • Menjual dengan harga yang lebih tinggi dibandingan dengan harga normal
  • Mengambil keuntungan lebih banyak

Cukup sampai disini pembahasan mengenai asas asas transaksi ekonomi dalam islam, saya berharap kepada teman-teman yang masih menyimpang dalam melakukan kegiatan ekonomi segera kembali kejalan yang Allah ridhai.

Apakah Asas-Asas Transaksi Ekonomi Dalam Islam Pada Diskusi InsanIslam.com Kali Ini Kurang?

Jika ada Asas-Asas Transaksi Ekonomi dalam Islam yang belum InsanIslam.com sebutkan, mohon untuk bantu Kami melengkapinya. Kami menyadari bila Media Islam Masa Kini ini masih butuh dukungan dan kritikan untuk menjadi lebih baik lagi.

Tentu materi kajian Insan Islam kali belum lengkap, mengingat Kami juga membutuhkan sumbangan kontributor untuk mengisi konten media Kami. Jika Kamu memiliki materi dan ahli pada materi tersebut, silahkan mengajukan diri menjadi kontributor InsanIslam.com.

Semoga dengan banyaknya kontributor konten pada Media Islam Masa Kini bisa memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat mengenai Islam yang damai dan Indah. Mari bersama bergabung dan melengkapi materi Asas-Asas Transaksi Ekonomi Dalam Islam. Terima kasih atas perhatiannya, kami ucapkan Wassalammualaikum.

One thought on “6 Asas-Asas Transaksi Ekonomi Dalam Islam

  1. Pingback: #1 Hukum Riba Dalam Islam Beserta Pengertian dan Macamnya - Insan Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *